Review WandaVision (2021): Duka dan Luka Seorang Superhero

Review WandaVision (2021)WandaVision merupakan serial TV pertama yang dirilis Marvel Studios melalui Disney Plus Hotstar sebagai ‘suplemen’ untuk film-film mereka di Marvel Cinematic Universe (MCU). Sebenarnya Agents of S.H.I.E.L.D. dengan slogannya ‘it’s all connected‘ dulunya juga disebut-sebut berhubungan langsung dengan MCU, tapi tampaknya Marvel Studios ingin me-reboot serial mereka setelah melihat kegagalan Inhumans dan Agent Carter. Sejauh ini kita sudah disuguhi dengan WandaVision, The Falcon and the Winter Soldier, dan Loki, yang bisa saya bilang cukup memuaskan. So, let’s talk about WandaVision first.

Di antara tiga judul serial TV Marvel yang telah rilis tahun ini, WandaVision memiliki trailer yang bisa dibilang paling unik dan misterius. Banyak porsi dari trailer yang disajikan dalam format aspect ratio 3:4 dan tone hitam putih, layaknya acara TV lawas. Para fans Marvel yang tahu betapa dahsyatnya kekuatan Wanda Maximoff a.k.a. Scarlet Witch di komik mulai berspekulasi bahwa di serial ini Wanda akan memulai kekacauan yang akhirnya akan berujung pada peristiwa besar di Doctor Strange in the Multiverse of Madness.

Saya sangat excited setelah membaca dan menonton beberapa fan theory yang muncul, tapi saya juga berusaha realistis dan menjaga ekspektasi karena hype seringkali berujung pada kekecewaan. Salah satu contoh kasusnya di MCU adalah sosok The Mandarin di Iron Man 3. Kocak, tapi jatuhnya malah seperti mengolok karakter aslinya.

WandaVision mengambil periode waktu setelah kejadian di film Avengers: Endgame. Serial ini bercerita tentang hilangnya kota kecil bernama Westview dari juga penduduknya. Penduduk yang tinggal di sekitar kota itu juga secara ajaib hilang ingatan, dan mengaku tidak pernah mendengar nama Westview, meskipun jelas-jelas ada di dalam peta.

S.W.O.R.D. (uniknya bukan S.H.I.E.L.D) turun tangan untuk menyelidiki kejadian tersebut. Dengan bantuan Darcy Lewis (ilmuwan, temannya Jane Foster di Thor), mereka mendeteksi semacam sinyal yang ajaibnya bisa terhubung ke antena TV dan menghasilkan gambar. Gambar yang muncul ternyata sebuah sitcom jadul dengan Wanda dan Vision sebagai pemeran utama, dan penduduk Westview sebagai pemeran pembantu maupun figuran.

Karena ada sejumlah kejutan di serial ini, saya hanya bisa bilang cerita selanjutnya akan menjawab pertanyaan seperti: Bagaimana bisa ada Vision di sana? Apa Wanda yang menyebabkan semua ini? Kalau iya, apa tujuan dia melakukannya? Bagaimana cara menyelamatkan orang-orang yang terjebak di sitcom tersebut?

Menurut saya, jawaban dan kejutan adalah yang membuat serial ini menghibur. Saya rasa, tanpanya, serial ini akan menjadi serial yang mediocre dan membosankan di titik tertentu. Jujur saja, dari segi visual dan akting serial ini sangat memukau, tapi certa maupun jokes dari setiap format sitcom terasa standar dan bahkan garing di beberapa bagian. Terlebih lagi, adegan-adegan dengan pimpinan S.W.O.R.D. dan pasukannya cenderung sangat menjengkelkan di sejumlah episode. Terkadang kesal sendiri jika durasi yang singkat tiap episodenya (hanya 30 menitan) harus diisi dengan adegan-adegan S.W.O.R.D. dengan tindakan mereka yang makes no sense dan seenaknya sendiri.

Chemistry yang dimiliki Wanda dan Vision di serial ini meningkat jauh dari yang pernah kita saksikan sebelumnya. Sangat-sangat menghibur dan bahkan membuat terenyuh. Kita juga disuguhi masa lalu Wanda dan betapa berantakannya kehidupan dia sejak kecil. Adegan-adegan tentang Wanda dieksekusi dengan sangat baik, sehingga kita bisa mengerti apa yang Wanda rasakan.

Darcy, yang biasanya cukup useless di film-film Thor, terasa lebih pas masuk ke serial ini. Kombinasi Darcy dan Agent Woo (dari film Ant Man) di serial ini menambah keseruan cerita. Sayangnya, karakter Monica Rambeau, yang harusnya cukup penting di sini, malah cenderung underdeveloped. Meski seharusnya serial ini terhitung sebagai ‘origin story‘ dari Monica Rambeau, setelah menontonnya saya tidak begitu tertarik atau penasaran dengan karakternya ke depannya karena kurang terasanya pengembangan karakter.

Meskipun episode final dari WandaVision menurut saya sangatlah antiklimaks, transformasi Wanda menjadi full-fledged Scarlet Witch di serial ini sangat membuat saya penasaran dengan MCU ke depannya. Well, sepertinya saya hanya bisa menunggu Doctor Strange in the Multiverse of Madness yang masih akan tayang awal tahun depan untuk menjawab rasa penasaran saya. Dan, setelah menonton WandaVision dan dua episode pertama Loki, saya bisa menyimpulkan bahwa the possibilities are endless!

RATING: B-