Review The Tomorrow War (2021): Membantu Perang Masa Depan

Review The Tomorrow War (2021) – Dirilis pada awal bulan ini di Amazon Prime dan dibintangi oleh Chris Pratt, The Tomorrow War membawa kita melihat perjuangan umat manusia melawan alien yang hendak memusnahkan mereka di masa depan. Apakah film ini mampu memuaskan hasrat para pecinta genre sci-fi dan action? Mari kita bahas.

Kabar Buruk dari Masa Depan

Pada tahun 2022, di suatu pertandingan sepak bola yang disiarkan secara langsung, tiba-tiba muncul sekelompok pasukan militer yang mengaku berasal dari 30 tahun dari sekarang. Mereka mengatakan bahwa di masa mereka sedang terjadi perang dan umat manusia sedang di ambang kepunahan. Mereka membutuhkan kekuatan tambahan untuk membantu mereka memenangkan perang tersebut.

the tomorrow war scene

Belakangan diketahui bahwa pihak yang mereka perangi adalah sebangsa alien yang mereka sebut “Whitespikes”. Whitespikes akan muncul pada tahun 2048 di Rusia dan akan menghabisi mayoritas populasi manusia dalam waktu tiga tahun setelahnya. Pasukan demi pasukan pun dikirim ke masa depan oleh pemerintah, tapi mayoritas hanya 30% yang kembali dengan selamat.

Suatu hari, Dan Forester, seorang guru biologi, mendapatkan panggilan untuk pergi ke salah satu pusat perekrutan pasukan perang tersebut. Di sana ia dinyatakan memenuhi kualifikasi untuk ikut terjun berperang dan akan berangkat dalam waktu 24 jam. Ia pun harus meninggalkan istri dan putrinya yang masih kecil, dan mengatakan pada mereka bahwa ia akan baik-baik saja. Setelah diterjunkan, Dan menyadari bahwa keadaan di tahun 2052 semakin tidak terkontrol.

Film Sains Fiksi yang Relatable

Secara singkat, film ini sangat fun dan menghibur. Konsepnya oke, CGI dari aliennya cukup rapi, adegan aksinya oke, kualitas akting dan sentuhan dramanya juga pas. Sayangnya, film ini memiliki rating yang mixed karena cukup banyak yang mengkritisinya dari segi konsep time travel-nya dan sejumlah plot holes. What do you expect? It’s a science fiction film with time travel!

Konsep alien di film ini keren dan menyeramkan. Wujudnya sedikit mengingatkan saya dengan alien di A Quiet Place. Kualitas CGI di film ini juga sekelas dengan film-film blockbuster, tidak seperti film-film yang rilis di platform video on demand kebanyakan. Sangat niat.

the tomorrow war army scene

Di film ini juga tidak ada karakter yang menjengkelkan ataupun bertindak bodoh seperti film sains fiksi kebanyakan. Semua karakter terasa likeable. Latar belakang yang diberikan kepada karakter-karakter utama maupun sejumlah karakter sampingan mampu membuat kita ikut bersimpati terhadap mereka di sepanjang film. Tidak ada sosok pemimpin yang bertindak semaunya sendiri, ataupun anggota pasukan yang bertindak bodoh. Mereka semua terasa manusiawi dan masuk akal.

Satu hal yang paling saya suka dari film ini adalah adanya nuansa kekeluargaan yang ditonjolkan di dalamnya. Film ini secara tidak langsung berhasil menunjukkan pentingnya keluarga untuk mencapai keberhasilan. (Tolong jangan disamakan dengan franchise Fast & Furious) Plot twist di tengah film juga mampu memunculkan momen-momen mengharukan yang efektif dan krusial untuk pendalaman karakter. Plot twist itu menurut saya berhasil membuat karakter utama, Dan, menjadi lebih berkembang dan benar-benar berubah menjadi pribadi yang baru di akhir film.

Nuansa Horor yang Minim

Meskipun begitu, ada satu hal yang menurut saya kurang dari The Tomorrow War, nuansa horor di dalamnya. Menurut saya karakter alien di film ini mampu menghadirkan nuansa horor juga ke dalam film jika diolah dengan baik. Sayangnya, film ini lebih berfokus pada segi aksi tembak-tembakan dan dramanya. Padahal jika ditambah dengan teknik pengambilan gambar dan skenario yang pas, film ini bisa semenyeramkan franchise Alien ataupun A Quiet Place.

Mungkin kalian akan sedikit ragu ketika mau menonton film ini jika melihat rating yang diberikan oleh sejumlah kritikus dan media. But, believe me, film ini masih jauh lebih niat dan lebih masuk akal daripada film action/sci-fi kebanyakan. Selama kalian tidak begitu memikirkan konsep sains dan logika di dalamnya, kalian akan dengan mudah menikmati film ini. Saya berani jamin.

RATING: B