Review The Mitchells vs. the Machines (2021): Road Trip sambil Menyelamatkan Dunia

Review The Mitchells vs. the Machines – Setelah kesuksesan Spider-Man: Into the Spiderverse, Sony Pictures Animation merilis The Mitchells vs. the Machines. Lagi-lagi ini film yang saya asal tonton saja tanpa tahu info apapun mengenainya sebelumnya, jadi saya tidak memiliki ekspektasi apapun saat mulai menekan tombol play di Netflix. Well, it turns out, this movie is packed with surprises!

Film Keluarga yang Relatable dan Menyehatkan

The Mitchells vs. the Machines bercerita tentang Katie Mitchell, seorang filmmaker muda, yang seringkali berselisih dengan ayahnya, Rick Mitchell. Katie merasa tidak pernah sepemikiran dengan ayahnya. Rick juga adalah seorang tipe ayah yang konservatif, gaptek, sehingga seringkali tidak memahami kegemaran, cita-cita, ataupun kepribadian anak-anaknya. Katie yang baru saja diterima di jurusan film di California harus meninggalkan kedua orang tuanya dan adiknya di Michigan dalam waktu dekat. Tentunya Katie sangat bersemangat karena akhirnya bisa bertemu orang-orang yang satu passion dengan dirinya di kampusnya. Tetapi ayah dan ibunya merasa sedih karena tidak lama lagi akan jauh dari putri mereka.

Rick pun akhirnya menyadari bahwa ia perlu memperbaiki hubungan dengan putrinya. Ia pun berinisiatif untuk mengantarkan putrinya ke California dengan mobil. Menurutnya dengan mengadakan road trip bersama keluarga sebelum Katie tinggal sendiri di asrama kampusnya akan membuat hubungan mereka akrab kembali seperti dulu. Katie yang harusnya pergi ke California menggunakan pesawat akhirnya pergi bersama ayah, ibu, adik, dan juga anjing piaraan mereka. Namun, tak disangka-sangka, perjalanan mereka terhambat karena adanya ribuan robot yang ingin menyingkirkan manusia dari bumi.

mitchells vs the machines netflix comedy film

Visual dan Animasi Unik nan Ciamik

Dari segi visual, art style yang digunakan di The Mitchells vs. the Machines mengingatkan saya dengan art style-nya Spider-Man: Into the Spiderverse di beberapa adegannya. Namun, cara penyajiannya yang out-of-the-box membuat film ini berbeda dengan film animasi pada umumnya. Sony Pictures Animation tampaknya paham bahwa visual adalah satu kekuatan utama dari film-film produksi mereka. Ini yang membedakannya dengan Disney maupun Pixar.

Karena di film ini Katie adalah seseorang yang terobsesi dengan film, gaya animasi dan juga teknik editing di film ini menjadi sangat menarik dan variatif. Dikombinasikan dengan konteks cerita, visual di film ini benar-benar berhasil meningkatkan pengalaman menonton menjadi lebih baik, terutama di adegan-adegan konyol. And there are tons of them!

mitchells vs the machines scene netflix comedy film

Karakter yang Konyol dan Menghibur

Sudah lama saya tidak menonton film animasi yang sekonyol The Mitchells vs. the Machines. Saya rasa setiap karakter di film ini memiliki momen konyol sendiri. Mulai dari Rick, Katie, Aaron sebagai adiknya, dan juga Linda selaku ibu mereka. Tidak hanya mereka, karakter-karakter pendukung seperti dua robot AI yang bergabung dengan mereka juga berhasil mencuri perhatian saya dengan kekonyolannya.

Meskipun banyak adegan konyol maupun candaan mengocok perut, film ini masih bisa memberi ruang bagi adegan-adegan serius. Beberapa momen di akhir film cukup membuat terharu menontonnya. Banyak pesan dan makna kehidupan yang bisa dijadikan pelajaran dari film sekonyol ini. Saya salut!

Film ini berhasil mengajak kita memahami keputusan yang dibuat orang tua untuk anaknya, dan juga mengajak para orang tua untuk lebih mendengar dan memahami pendapat anaknya pada setiap keputusan tersebut. The Mitchells vs. the Machines juga berhasil memasukkan topik ketergantungan manusia pada teknologi dengan sangat baik. Film ini secara tidak langsung mengajak kita untuk bijak dalam menggunakan teknologi sehingga tidak berdampak buruk bagi kehidupan sosial, terutama dengan orang-orang terdekat kita.

RATING: A