Review Squid Game (2021): Battle Royale untuk Orang-Orang yang Terlilit Utang

Review Squid Game – Squid Game adalah serial baru Netflix yang sedang banyak dibicarakan orang dan menjadi bahan banyak memes viral. Serial yang memiliki sembilan episode ini bercerita tentang sekelompok oknum yang mengumpulkan orang-orang dengan jumlah utang yang hampir tak terbayarkan dan mengajak mereka untuk bermain sebuah permainan dengan hadiah uang berjumlah fantastis.

Plot Squid Game dimulai dengan Seong Gi-hun (Lee Jung-jae), seorang duda dan sopir, yang memiliki banyak utang dan penghasilannya hanya cukup untuk menyambung hidup dari hari ke hari. Bahkan, untuk merayakan hari ulang tahun anaknya, ia harus memakai uang ibunya untuk membelikan kado untuk anaknya.

adegan squid game scene

Suatu hari, Gi-hun bertemu dengan seseorang misterius yang memberinya uang karena telah bermain sebuah permainan dengannya dan sebuah kartu dengan nomor telepon. Setelah menelepon nomor yang tertera, ia pun dijemput sebuah mobil van dan dipindahkan ke suatu tempat dengan 455 orang lainnya untuk bermain sebuah game battle royale maut bertemakan permainan anak-anak.

Berbeda dengan film atau serial dengan genre death game kebanyakan, pemain-pemain di Squid Game tidak begitu memerlukan strategi atau kepintaran untuk bisa lolos ke permainan selanjutnya. Permainan-permainan di Squid Game cenderung lebih mirip Benteng Takeshi atau Fall Guys, sederhana tapi memerlukan ketangkasan.

review squid game bahasa indonesia

Karena digarap dalam format serial tv, Squid Game memiliki kelebihan dibanding film-film bergenre serupa, yaitu durasi. Serial ini mampu memberikan latar belakang cerita yang proporsional bagi karakter-karakter utama di dalamnya. Latar belakang cerita mereka mampu membuat kita relate sebagai penonton, dan membuat betah ketika menontonnya.


Hal lain yang membuat betah ketika menonton Squid Game adalah Seong Gi-hun sebagai karakter utama. Dia ini bukanlah orang yang jago atau pintar. He’s an everyday guy. Dia sadar dia bukan orang yang bisa diandalkan, tapi dia sadar dia perlu bekerja sama dengan orang lain untuk melalui setiap permainan. Jadi, dia pun membentuk tim dari orang-orang yang tidak memiliki tim dan dikucilkan: seorang kakek tua, seorang imigran dari Pakistan, dan seorang gadis yang kabur dari Korea Utara. And, he’s very good at connecting with people.

adegan squid game scenes

Melalui Squid Game kita juga belajar arti kebahagiaan, kesuksesan, kekayaan. Meskipun karakter-karakter utama itu sangat membutuhkan uang untuk menyelesaikan persoalan-persoalan, tapi sebenarnya yang membuat mereka bahagia adalah bukan uang tersebut. Ada hal-hal lain yang memotivasi mereka untuk menang. Plot Squid Game juga terasa cukup realistis dan tidak over the top seperti genre death game kebanyakan.

Sebenarnya cukup sulit untuk menemukan serial yang bagus di Netflix dan layak untuk di-binge-watch akhir-akhir ini. Hal ini mostly karena semakin banyaknya pilihan yang ditawarkan. Tapi, ada satu hal sama yang dimiliki oleh serial-serial yang bagus dan binge-watch worthy: tiap episodenya ingin membuat kita lanjut dan lanjut lagi. Kalau tidak sibuk, saya mungkin akan selesai menonton Squid Game hanya dalam waktu sehari.

Overall, Squid Game sangat recommeded bagi kalian yang belum menontonnya. Hanya satu hal yang membuat serial ini tidak mendapat nilai A+ dari saya: ending-nya. Ending serial ini dibuat seperti set up untuk season berikutnya. Sebenarnya sah-sah saja jika ada rencana untuk cerita selanjutnya, tapi cara penutupan cerita Squid Game ini kurang pas. Saya rasa ending Squid Game akan menjadi jauh lebih baik jika ada sedikit bagian di penghujung episode terakhir yang dipotong, sehingga terkesan open-ended.

RATING: A