Review Finch (2021): Bertahan Hidup di Dunia Pasca-Kiamat

Review Finch – Finch adalah film tentang dunia post-apocalyptic yang dibintangi oleh Tom Hanks dan Caleb Landry Jones. Film ini seharusnya tayang di bioskop tahun 2020, tapi karena beberapa kali delay akhirnya film ini dirilis di Apple TV+ beberapa hari lalu. Finally, a new Tom Hanks’ movie! I love this man! Langsung saja kita bahas.

Finch mengajak kita melihat keadaan dunia di masa depan setelah solar flare menghancurkan lapisan ozone bumi dan membuatnya menjadi basically padang tandus yang tidak layak huni. Selain membuat tanah menjadi tandus, populasi manusia menjadi sedikit karena terpapar radiasi, kejadian itu juga membuat cuaca di bumi jadi tidak menentu, banyak badai, tornado, dan bencana lainnya.

review finch 2021 apple tv

Salah satu orang yang masih bertahan hidup adalah Finch Weinberg (Tom Hanks). Ia bisa dibilang seorang teknisi robot. Ia menggunakan keahliannya untuk membuat berbagai perlengkapan dan juga robot-robot yang bisa membantunya, terutama dalam menggeledah tempat-tempat untuk menemukan makanan dan minuman untuk bertahan hidup. Meskipun ia sedang sakit parah, Finch menyempatkan untuk membuat robot humanoid pintar yang nantinya menamai dirinya sendiri sebagai ‘Jeff’. Jeff (Caleb Landry Jones) memiliki beberapa fungsi utama, tapi satu fungsi yang paling ditekankan oleh Finch adalah ia harus menjaga anjing Finch yang bernama Goodyear.

Finch menyadari ia tak bisa terus hidup di tempat yang sama apalagi dengan kondisinya saat ini, ia harus mencari tempat tinggal baru. Selain karena stok makanan semakin menipis, ada badai besar yang akan menghantam lokasi tempat tinggalnya. Menurut perhitungan Jeff, badai tersebut akan berlangsung selama 40 hari sedangkan stok makanan akan habis dalam beberapa hari. Film ini mengajak kita road trip menaiki RV bersama Finch, Jeff, dan Goodyear menuju San Francisco.

adegan film finch scene

Film ini memiliki premis yang sangat sederhana dan juga karakter yang sangat minim. Selain tiga karakter yang telah saya sebutkan, tidak ada karakter lain yang muncul selain di adegan flashback. Di adegan flashback itupun, karakter lain yang muncul terkesan hanya sebagai figuran dari cerita Finch ketika bertemu dengan Goodyear. Atmosfir film ini dengan mudah membuat saya tenggelam di dalamnya. Meskipun banyak environment terlihat hancur berantakan, tapi teknik sinematografi yang digunakan membuatnya enak dilihat. Selain itu, CGI di film ini juga terlihat sangat halus. Good job on that!


Meskipun keadaan alam di dunia post-apocalyptic ini adalah musuh utama Finch, aspek ini tidak menjadi fokus utama dari film ini. Film ini juga tidak begitu membahas tentang bagaimana kehidupan manusia-manusia lain selain Finch. Memang ada sedikit hint di sana-sini tentang apa yang terjadi pada manusia yang tersisa setelah bencana solar flare, tapi film ini memilih untuk fokus pada hubungan Finch, Jeff, dan Goodyear.

review film finch 2021

Di film ini Jeff, layaknya seseorang yang baru terlahir di dunia yang baru, banyak bertanya hal-hal yang membuatnya penasaran kepada Finch. Interaksi Finch sebagai seseorang yang sudah berumur dan Jeff yang layaknya bayi baru lahir terasa sangat heartwarming, bahkan ketika Finch kesal kepada Jeff saat ia tidak mengikuti perintahnya. Dari interaksi mereka, kita tahu bagaimana hidup Finch sebelum dunia seperti sekarang, alasan kenapa ia memilih bertahan hidup sendiri, dan juga hal-hal umum yang harus diperhatikan untuk bertahan hidup berdasarkan pengalamannya.

Film ini mengingatkan saya dengan gaya penceritaan game The Last of Us dan film Logan. Tapi bedanya, karena di film ini karakter manusianya hanya ada satu, sedangkan satu lagi adalah seorang robot, film ini mungkin akan terasa jauh lebih ‘thin‘ dalam hal pengembangan karakter. Meskipun begitu, film ini masih mampu membuat saya terharu di ending-nya. Maybe because it’s Tom Hanks’ acting, maybe it’s a good storytelling, or maybe a combination of those two. I don’t know, saya hanya orang awam yang suka bahas film.

Overall, Finch adalah film yang sangat layak untuk ditonton. Saya bisa bilang film ini masuk dalam kategori tear-jerking, tapi tidak separah film-film Tom Hanks yang lain, sih. Film ini berhasil menampilkan interaksi sehat antara manusia dengan robot, dan robot yang berusaha mengambil hati anjing yang tampaknya tidak menyukainya.

RATING: B+