Review A Quiet Place Part II (2021): Senjata Baru, Tantangan Baru

Review A Quiet Place Part II – Pandemi coronavirus ini membuat banyak film-film baru antara ditunda jadwal penayangannya atau tidak masuk bioskop Indonesia sama sekali. Untungnya, sekuel dari A Quiet Place (2018) ini ternyata masuk di Indonesia pada akhir bulan Mei lalu. Saya yang sangat menyukai film pertamanya tanpa pikir panjang langsung membeli tiket untuk penayangan perdana di bioskop di kota tempat saya tinggal.

Perjuangan untuk Bertahan Hidup Berlanjut

FIlm ini dimulai dengan adegan flashback hari pertama serangan monster-monster buta yang sangat sensitif terhadap suara di film pertama. Dari adegan flashback itu, kita tahu bahwa makhluk tersebut adalah alien yang jatuh dari luar angkasa. Cerita A Quiet Place Part II dimulai tepat pada akhir film A Quiet Place. Keluarga Abbott harus meniggalkan rumah mereka dan mencari tempat tinggal baru karena rumah mereka telah hancur akibat serangan alien-alien tersebut.

ulasan a quiet place part 2

Di film ini perjuangan keluarga Abbott untuk bertahan hidup jauh lebih berat. Lee, sosok kepala keluarga mereka, telah tiada. Evelyn harus berjuang melindungi dua anaknya, Regan dan Marcus, dan seorang bayinya yang baru lahir sendirian. Tentunya membawa bayi berkeliling di dunia yang mengharuskan kita untuk tidak bersuara adalah perkara yang tidaklah mudah. Tangisan bayi bisa dengan mudah mengundang alien-alien itu.

Beruntungnya, keluarga Abbot menemukan cara untuk membunuh alien-alien itu di akhir film pertama. Oleh karena itu, di film ini mereka berkeliling mencari tempat tinggal baru sambil membawa speaker khusus yang bisa melumpuhkan alien yang ada di sekitar mereka jika dinyalakan. Mereka berencana mencari stasiun pemancar radio untuk menyiarkan frekuensi yang sama ke penjuru negeri dan membasmi alien tersebut.

Di tengah perjalanan mereka bertemu dengan Emmett, seorang pria yang mereka kenal sejak sebelum wabah alien menyerang. Emmett yang awalnya tidak mau membantu mereka karena merasa terlalu berisiko akhirnya terpaksa membantu mereka ketika Regan, putri Evelyn, pergi menyelinap sendiri untuk mencari sumber sinyal radio yang didengarnya.

adegan a quiet place part 2

Sekuel yang Konsisten dan Efektif

Saya berusaha untuk berekspektasi sewajarnya ketika menonton film ini, karena masih sedikit trauma dengan embel-embel ‘Part II‘ setelah rilisnya The Last of Us Part II tahun lalu. Saya rasa cukup sulit untuk mengalahkan kesuksesan film pertama. Untungnya, film ini tidak berusaha untuk melakukan itu.

John Krasinski, sebagai sutradara, penulis skenario, dan juga pemeran Lee, paham betul apa yang membuat film pertama sukses. Alur cerita sederhana, pengembangan karakter yang baik, dan atmosfir yang menegangkan yang ada di film pertama dibawa kembali ke film ini. Ini membuat dua film tersebut terasa seperti satu kesatuan berkesinambungan.

Kualitas akting juga mendukung kualitas skenario yang ditulis dengan baik. Seperti film pertamanya, film ini mampu membuat kita peduli dengan karakter-karakternya. Kita tahu misi akan berjalan sukses di akhir fillm, tapi kita tidak tahu apa yang harus mereka korbankan kali ini. Ini yang membuat kita fokus dan tegang di sepanjang film.

Desain Audio dan Visual yang Tidak Biasa

Selain itu, film ini cukup banyak berfokus pada point of view Regan yang merupakan seorang yang tuli. Skenario film ini mampu memanfaatkan aspek tersebut dengan membuat kita merasakan seramnya hidup sebagai orang yang tidak mampu mendengar di dunia yang dipenuhi alien melalui sound design yang cerdas. Contohnya, audio film ini tiba-tiba mati ketika alat bantu pendengaran Regan terlepas. Hal-hal seperti ini membuat film ini semakin menegangkan, apalagi jika sedang ada alien di sekitar Regan dan dia tidak menyadarinya.

Environment design di film ini juga mendukung kesuksesan latar post-apocalyptic world yang dibangun dengan baik sejak film pertama. Kita diajak menjelajah lebih jauh di film ini dan melihat jejak-jejak peradaban yang ditinggalkan. Didukung dengan teknik pengambilan gambar yang unik, pemandangan yang disajikan terlihat mengerikan, menyedihkan, dan juga menakjubkan secara bersamaan.

Overall, A Quiet Place Part II sangat wajib ditonton jika kalian sudah menonton film yang pertama dan menyukainya. Menurut saya film ini bisa menjadi bagian dari sebuah trilogi yang sempurna jika film ketiganya nanti juga sama serunya dengan dua film sebelumnya. (Ya, film ketiga sudah dikonfirmasi akan rilis pada 2023!) Melihat kesuksesan dua film di A Quiet Place universe‘ ini, saya jadi penasaran dengan karya-karya John Krasinski selanjutnya. Saya rasa dia adalah seorang sutradara baru yang sangat potensial.

RATING: A