PlayStation PC akan merugikan Sony dan Gamers PS? Ah, masa sih?

Belakangan ini banyak memes yang muncul akibat keputusan Sony yang semakin getol memasukkan game-game mereka ke PC dengan mendirikan label PlayStation PC. Banyak dari para pembuat memes tersebut yang beranggapan kalau ini adalah gerakan bunuh diri Sony yang berjaya di last-gen karena banyak judul-judul eksklusif, sebut saja The Last of Us, Uncharted, God of War, hingga Spider-Man. Tapi, apakah benar begitu? Saya ingin sedikit membagikan pendapat saya sebagai pengguna PC gaming dan juga PS4 selama lima tahun terakhir.

Sudah cukup lama ada perdebatan yang cukup sengit antara so-called gamer PC dan gamer konsol. Mungkin kurang tepat untuk menyebut mereka ini ‘gamer‘, mungkin kita sebut saja fanboy. Bagi saya, fanboyism ini sedikit (maaf) bodoh, apalagi terhadap sebuah company. Company ini ya ujung-ujungnya punya orientasi ke profit, apalagi jika company tersebut berasal dari Amerika, the land of capitalism. (Yes, I’m looking at you, Apple) Tapi, I get it. Manusia cenderung setia pada sesuatu jika selama ini mereka mendapatkan pengalaman yang memuaskan darinya.

image
Salah satu orang awam yang ignorant

Saya sendiri, not gonna lie, pernah sangat mendukung CD Projekt Red setelah merasa sangat puas dengan The Witcher 3: Wild Hunt. Salah satu bentuk dukungan saya adalah dengan membagikan info jika sedang ada diskon pada game-game mereka di media sosial saya. Namun, saya mulai mencium sesuatu yang tidak wajar dengan proses pengerjaan dan juga marketing Cyberpunk 2077 yang dibangun berdasarkan hype. Meskipun saya tetap melakukan pre-order versi PC-nya, saya menurunkan ekspektasi saya. Lalu, apa hasilnya? Saya cukup puas dengan game tersebut! Saya tidak koar-koar menghina CD Projekt Red ataupun membela mereka di media sosial. Because everything is actually pretty understandable. Saya akan bahas tentang Cyberpunk 2077 jika ada waktu.


Kembali lagi ke PlayStation PC. Melihat statistik pengguna GPU yang diterbitkan Steam di sini, saya yakin para fanboy PC yang overproud karena game-game eksklusif PS akhirnya masuk ke PC mostly tidak mempunyai spek PC yang mumpuni untuk memainkannya. Saya juga 90% yakin mereka yang menghina PlayStation itu antara tiga:

  1. Mereka orang awam yang belum pernah punya dan main PS;
  2. Mereka belum pernah main game orisinal; dan/atau
  3. Mereka suka chaos.

Kenapa saya bilang begitu? Saya yakin para fanboy PC ‘master race‘ belum benar-benar paham kelebihan memiliki konsol, khususnya PlayStation, daripada PC. Meskipun ada kebijakan PlayStation PC dari Sony, saya pikir Sony dan juga PS gamers juga tidak akan rugi. Karena PS masih punya kelebihan-kelebihan lain yang tidak dimiliki PC. Apa saja?

1. Game-game eksklusif PS membutuhkan waktu lama untuk masuk PC

Meski tidak semua, kebanyakan game-game eksklusif PS yang di-port ke PC sudah berumur 3 tahun lebih, sehingga beberapa ada yang sudah digratiskan melalui program PlayStation Plus atau didiskon 50% lebih di platform PS. Ketika masuk ke PC game-game tersebut dijual dengan harga penuh ketika awal rilis di PS dulu. Saya akui sebagai pemilik PC dengan spesifikasi mid-end (GTX 1060 dan Intel i5 6600) rentang waktu 3 tahun itu lama. Dalam 3 tahun, game-game baru dengan kualitas grafis setingkat game-game AAA dari PlayStation Studios sudah mampu membuat PC saya yang biaya merakitnya lebih mahal dari PS5 terasa obsolete dan ngos-ngosan, sehingga hanya bisa main di setting low ke medium.

2. Budget beli PS5 dibandingkan biaya rakit PC jauh lebih murah

Bicara mengenai spesifikasi, untuk memperoleh fitur 4K, 60fps, dan ray tracing, kalian hanya butuh sekitar 8 juta rupiah (MSRP) untuk sebuah PS5 yang dilengkapi disc tray. Untuk mendapatkan spesifikasi yang setara di PC, jangan harap 8 juta bisa memberikan kalian fitur-fitur PS5. Delapan juta rupiah hanya cukup untuk membeli graphics card-nya saja jika mengacu pada MSRP (harga retail asli). Belum lagi jika ada faktor-faktor lain, seperti harga Bitcoin dan cryptocurrencies lain yang sedang tinggi.

3. Main game di konsol beda rasanya dengan main di PC

Saya yakin kalian para pemilik konsol merasakan hal yang sama dengan saya. Main game di konsol itu terasa lebih khidmat dan nikmat dibandingkan dengan di PC. Saya mungkin tidak bisa menjelaskannya alasan ini dengan cukup detail. You need to experience it yourself I guess.

Saya tahu PC juga bisa dimainkan dengan tiduran ataupun jarak jauh jika kita beli controller (but, that’s extra money!), sehingga bisa dimainkan layaknya konsol. Tetapi, sensasi plug and play di konsol tidak akan pernah bisa digantikan oleh PC. Ini mungkin juga disebabkan karena banyaknya distraction di desktop PC dan ruwetnya manajemen koleksi game di PC karena banyaknya launcher dan juga online game store saat ini. Belum lagi kalau akun kita ke-logout dari launcher ketika selesai update atau sudah lama tidak dibuka. It’s really frustrating. Hal-hal tersebut menyebabkan saya lebih banyak memainkan (dan menamatkan) game di konsol PS saya selama lima tahun terakhir.


4. Main game di konsol bisa menekan cost seminimal mungkin

Di PS ada layanan PlayStation Plus yang bisa memberikan kalian game gratis setiap bulannya. Selain itu, jika kalian memiliki konsol PS4 atau PS5 dengan disc tray, kalian bisa membeli games dalam bentuk fisik untuk menekan biaya hobi gaming kalian. Sehingga setelah kalian tamat, bosan, atau mungkin merasa tidak cocok dengan sebuah game, kalian bisa jual lagi game itu. Marketplace untuk game-game PlayStation di Facebook dan Tokopedia sangat ramai, bro! Saya yakin pasti cepat laku.

Selain itu, kalian juga tidak perlu memikirkan untuk upgrade setidaknya dalam waktu 7 tahun setelah tanggal rilis jika kalian memilih memainkan game di PS. Jika konsol PS kalian awet (seperti punya saya), saya yakin ia masih mampu memainkan game-game baru dengan lancar meskipun kipas mesinnya kemungkinan besar akan jauh lebih bising.

5. (Bonus!) Hasil penjualan game di PC bisa membantu Sony untuk membiayai judul-judul baru

Mungkin poin ini yang paling tidak disadari oleh fanboy PC. Keuntungan penjualan game-game first party mereka melalui PlayStation PC nantinya bisa digunakan untuk menerbitkan game-game eksklusif baru. Di era PS4 saya sudah merasakan betapa hebatnya Sony dalam memilih studio yang potensial untuk menangani judul-judul baru. Game-game versi remake yang mereka suguhkan juga memuaskan para penikmat game-game lama yang setia dengan PlayStation.

Teaser Spider-Man 2 dan Wolverine kemarin juga sudah cukup membuat saya yakin bahwa Sony telah memperhitungkan kebijakan pendirian label PlayStation PC ini dengan matang sehingga tidak akan berdampak buruk pada keuntungan mereka, terutama dalam hal penjualan konsol PS5. At least, that’s what I think for now. Saya berusaha seobjektif mungkin dalam menilai ini.

Overall, PlayStation PC ini sebenarnya tidak perlu menimbulkan polemik antar-fanboy. Bagi kalian gamer PS, tidak perlu merasa kecewa atau marah. Bagi kalian gamer PC, tidak perlu merasa terlalu bangga. Banyak teman saya yang hanya main game di PC, sehingga keputusan Sony ini membuat saya bisa merekomendasikan game-game bagus yang sebelumnya hanya saya yang bisa memainkannya kepada mereka. Jadi, ketika mereka juga main game-game tersebut di PC, kita akan lebih nyambung ketika bahas game. Selain untuk mengeluarkan unek-unek, saya menulis ini juga sebagai bahan edukasi agar orang-orang awam tidak ignorant dalam membaca suatu berita dan mencoba menilainya dari berbagai sudut pandang. Semoga tidak ada pihak yang tersinggung atas tulisan ini.